Menengok Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) ITB Tahun 2020

Pembuatan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) ITB Tahun 2020 bertujuan untuk mencapai visi ITB dan merupakan penjabaran dari Rencana Strategis ITB 2016-2020. Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) ITB dibuat secara top down untuk penetapan arahan kebijakan kegiatan dan alokasi anggaran. Sedangkan, kegiatan yang melibatkan seluruh unit kerja dilakukan secara bottom up, RKA Unit Kerja kemudian dielaborasikan sehingga tercipta Konsep RKA ITB 2020.

 

RKA ITB 2020 disusun dengan tetap memerhatikan kelangsungan operasi program kerja yang harus diprioritaskan agar tetap menjaga kelangsungan operasi ITB. Berikut merupakan rencana kegiatan dan anggaran ITB 2020.

 

A. Rencana Kegiatan Tahun 2020
Dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan, RKAT ITB 2020 disusun dengan beberapa prinsip seperti sustainabilitas, meritokrasi, obyektif dan berkeadilan, transparansi, akuntabilitas dan desentralisasi.
Secara garis besar, program kerja tahunan ITB mencakup dua (2) program kegiatan, yaitu:

 

A.1 Program Kelangsungan Operasi (KO)
Program Kelangsungan Operasi ITB dikelompokkan ke dalam 3 kelompok sesuai dengan pengelompokkan kegiatan menurut Kemristekdikti. Kelompok tersebut meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang diwujudkan melalui beragam kegiatan seperti beasiswa, administrasi pendidikan, operasi dan pemeliharaan, auxiliary business dan kemitraan, pelaksanaan penelitian (pengembangan model, pengolahan data hingga pelaksanaan kegiatan) serta pengabdian masyarakat (termasuk pelatihan dan pendidikan).

 

a. Program Pendidikan
Sampai dengan Triwulan 1 tahun 2019, terdapat tiga puluh sembilan (39) program studi Sarjana dan Magister yang telah mendapat akreditasi secara internasional dan dikelompokkan berdasarkan lembaga akreditasi sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:

Di tahun 2020, ITB merencanakan tambahan beberapa program studi yang akan mendapat akreditasi internasional, baik akreditasi baru maupun akreditasi ulang. Selain akreditasi, volume kegiatan operasional ITB Tahun 2020 juga meningkat sejalan dengan program-program studi baru yang dibuka pada tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah mahasiswa pada program studi baru tersebut relatif stabil pada tahun 2020.

 

b. Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi (P3MI)
Program P3MI di tahun 2020 mengalami beberapa perubahan kebijakan. Program tersebut akan dikategorikan sebagai Kelangsungan Operasi agar keberlangsungan program P3MI dapat terus dipertahankan. Untuk mendorong kelompok-kelompok keahlian dalam menghasilkan produk yang berkualitas, P3MI akan meningkatkan anggaran pada tahun 2020.

 

A.2 Program Pengembangan ITB Tahun 2020
Program Pengembangan ITB Tahun 2020 akan difokuskan kedalam tiga (3) bidang dengan fokus kegiatan yang berbeda untuk setiap bidang.

 

1) Fokus Bidang Pendidikan
a. Program Internasionalisasi program studi melalui akreditasi internasional dengan targe tambahan 4 (empat) program studi yang mendapat akreditasi internasional.
b. Pengembangan program ‘Double Degree’ minimum 1 program per Fakultas/Sekolah.
c. Peningkatan mobilitas internasional mahasiswa melalui program pertukaran mahasiswa internasional (in-bound dan out-bound).
d. Peningkatan mobilitas internasional staf ITB.
e. Penyelesaian pembangunan kampus ITB Jatinangor, dan Cirebon.
f. Peningkatan efisiensi internal dan kualitas proses pembelajaran.
g. Persiapan Pengembangan Kampus Walini (Pangheotan).

 

2) Fokus Bidang Penelitian
a. Peningkatan publikasi pada jurnal yang masuk dalam indeks Scopus.
b. Peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian unggulan ITB melalui peningkatan pendanaan.
c. Peningkatan kemampuan penelitian SDM ITB.
d. Peningkatan kapasitas penelitian yang berfokus pada hasil-hasil penelitian yang aplikatif, yang mendukung tercapainya ITB sebagai Entrepreneurial University.
e. Lanjutan Kolaborasi riset dengan Instusi Pendidikan Tinggi nasional dan Internasional melalui Program MIRA (MIT-Indonesia Research Alliance).

 

3) Fokus Bidang Pengabdian pada Masyarakat
a. Peningkatan pemanfaatan output riset dan pengembangan ITB bagi masyarakat.
b. Peningkatan produktivitas dan kualitas Pengabdian pada Masyarakat, khususnya yang dilaksanakan oleh Dosen ITB, melalui peningkatan pendanaan.
c. Pengembangan pusat unggulan pendidikan dan pengembangan teknologi melalui kemitraan.
Guna mendukung kegiatan akademik, ITB melakukan program pengembangan mencakup program baru dan program lanjutan dari tahun 2019. Program Pendukung baru antara lain:

 

1. Bidang Organisasi dan Manajemen
a. Peningkatan kegiatan di Kampus ITB Kampus Jatinangor.
b. Pengembangan sistem pembelajaran ITB Kampus Cirebon.
c. Pelaksanaan Program Pemeringkatan Universitas untuk mendukung tercapainya ITB sebagai World Class University.

 

2. Bidang Sarana dan Prasarana
a. Penguatan fasilitas pembelajaran untuk mendukung internasionalisasi program studi.
b. Lanjutan pembangunan Science and Technology Park (STP) Ganesha.
c. Persiapan Pembangunan Science and Technological Park (STP) Gedebage.
d. Pengembangan fasilitas pembelajaran ITB Kampus Cirebon.
e. Pembangungan Gedung Labtek XV (Eks Gedung Kimia lama).
f. Pembangunan Gedung Labtek XVI
g. Pembangunan Gedung Labtek XVII
h. Peningkatan kapasitas Sarana Pendidikan.

 

3. Bidang Sumberdaya Insani
Peningkatan tenaga pendidik dan peneliti baik dari kuantitas maupun kualitasnya melalui proses seleki yang tepat dan sesuai.

 

B. Rencana Biaya dan Sumber Pembiayaan Kegiatan ITB 2020
B.1 Rencana Investasi
Investasi pada tahun 2020 dibagi ke dalam dua (2) kategori besar, yaitu:

 

1. Program Investasi Dana Masyarakat ITB
Dana program investasi ini sejumlah Rp243.400.000.000,00 (Dua ratus empat puluh tiga milyar empat ratus juta rupiah) dan akan dialokasikan untuk biaya pembangunan Gedung Labtek XV (Eks. Gedung Kimia), Gedung Science and Technology Park Ganesha, Gedung Labtek XVII, dan Revitalisasi Peralatan Laboratorium Pendidikan dan Penelitian, serta Pembangunan Gedung Labtek XVI yang saat ini sedang dalam proses penyusunan detailed engineering design dan pengurusan perizinan.

 

2. Program Investasi Melalui Bantuan Pendanaan Investasi 2020
Usulan program ini telah diajukan melalui aplikasi E-Planning Kemenristekdikti dengan jumlah Rp431.850.000.000,00 (Empat ratus tiga puluh satu milyar delapan ratus lima puluh juta rupiah) dan dialokasikan untuk kegiatan pembangunan Gedung Riset dan Museum Energi dan Mineral ITB Tahap III, Pengembangan Infrastruktur Multikampus ITB, Pembangunan Gedung Center For Advanced Physic Research and Learning (CAPRL), Pengadaan Peralatan Gedung Center For Advanced Physic Research and Learning (CAPRL), Jaringan Distribusi Air Minum Kampus ITB Jatinangor, DED Labtek VII A dan VII B ITB Jatinangor, DED Gedung Oktagon dan Gedung TVST dan DED Gedung PLN dan TPB.

 

B.2 Rencana Sumber Pembiayaan
Perencanaan anggaran sumber pembiayaan program dan kegiatan tahun 2020 sebesar Rp2.052.365.416.000,00 (Dua trilyun lima puluh dua milyar tiga ratus enam puluh lima juta empat ratus enam belas ribu rupiah) dengan rincian:

B.3 Biaya
Anggaran belanja ITB tahun 2020 sebesar Rp2.235.765.416.000,00 (Dua trilyun dua ratus tiga puluh lima milyar tujuh ratus enam puluh lima juta empat ratus enam belas ribu rupiah), memiliki nilai yang lebih besar dari rencana penerimaan yaitu Rp183.400.000.000,00 (Seratus delapan puluh tiga milyar empat ratus juta rupiah). Hal ini terjadi karena pada tahun 2020, ITB merencanakan pelaksanaan Pembangunan Gedung Labtek XV dan Pembangunan Science and Technology Park (STP) Ganesha, yang semula akan dilaksanakan pada tahun 2019, namun karena beberapa hal, pelaksanaannya menjadi harus dilaksanakan pada tahun 2020.

Ada pun rencana pembiayaan penyelenggaran kegiatan operasional, pengembangan dan prospektif unit kerja akademik dan unit kerja pendukung tahun 2020 dapat dilihat pada Tabel 3. berikut:

 

 


Sumber: Website PPID ITB

Penulis: Vinka Apriila

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *