Akreditasi ITB oleh BAN-PT

Memiliki akreditasi yang baik tentunya menjadi tujuan perguruan tinggi sebagai bentuk jaminan mutu serta kontrol dan pengawasan dari pemerintah tehadap perguruan tinggi yang ada. Di Indonesia terdapat satu badan resmi yang dibuat pemerintah (Kemenristekdikti) sebagai badan akreditasi pada pendidikan tinggi baik  untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) serta Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). Badan tersebut ialah BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) yang berdiri pada tahun 1994 berdasarkan UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan PP No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.


BAN-PT setidaknya memiliki enam peran dan tugas, yaitu : mengembangkan sistem akreditasi nasional, melaksanakan akreditasi institusi, melaksanakan penilaian kelayakan prodi/PT baru bersama Ditjen Dikti, memberikan rekomendasi dan evaluasi terhadap LAM, serta melaksanakan akreditasi program studi yang belum memiliki LAM serumpun. Tata Kelola BAN-PT terdiri atas Majelis Akreditasi yang berkoordinasi dengan Menristekdikti, kemudian Majelis membawahi Dewan Eksekutif yang mebawahi 3 divisi (Divisi Program/Akreditasi, Divisi Pengembangan dan Evaluasi, Divisi Sistem dan Pengelolaan Data) serta Sekretariat. Menristekdikti bertugas mengukuhkan Dewan Majelis serta Dewan Eksekutif.


Untuk memperoleh akreditasi dari BAN-PT, program studi yang bersangkutan akan melakukan evaluasi diri terkait program yang dijalankan sesuai dengan pedoman yang diterbitakan oleh BAN-PT. setelah itu, dibuat rangkuman eksekutif (executive summary) yang dilampirkan dalam surat permohonan untuk diakreditasi kemudian dikirimkan ke sekretarian BAN-PT. Ciri akreditasi oleh BAN PT adalah penilaian yang dilakukan oleh pakar sejawat dari luar institusi terkait (external peer reviewer) dan dilakukan secara voluntir. Penilaian tersebut bertujuan untuk menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat serta mengutarakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh perguruan tinggi maupun pemerintah serta partisipasi masyarakat.


Dalam penentuan akreditasi BAN-PT terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh lembaga yang bersangkutan, kriteria tersebut terdiri atas : izin persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi, relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan, kinerja perguruan tinggi, efisiensi pengelolaan perguruan tinggi, izin penyelenggaraan program studi, kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-undangan, relevansi penyelenggaraan program studi, sarana dan prasarana, efisiensi penyelenggaraan program studi serta produktivitas program studi serta mutu lulusan. Klasifikasi penilaian untuk semua kriteria tersebut ditentukan oleh tiga aspek, yaitu mutu (bobot 50%), efisiensi (bobot 25%), dan relevansi (bobot 25%).


Kriteria Penentuan Akreditasi BAN-PT


Berdasarkan surat keputusan SK BAN-PT nomor 138/BAN-PT/SK/AIPT/III/2008 tanggal 7 maret 2008 mengenai  Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tentang Peringkat Akreditasi Institut Teknologi Bandung (ITB) memutuskan bahwa ITB berakreditasi A (sangat baik), adapun saat ini untuk program studi yang berada di ITB memiliki akreditasi sebagai berikut :


Data statistik akreditasi prodi ITB oleh BAN-PT

Beberapa program studi yang belum memperoleh akreditasi A adalah :

Prodi ITB yang belum terakreditasi A


Pentingnya akreditasi pada perguruan tinggi tentunya memiliki banyak manfaat diantaranya adalah :

  • Usulan Proyek Institusi

Perguruan tinggi yang memiliki akreditasi A dapat mengusulkan proyek dengan nilai harga yang tinggi.

  • Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

Calon mahasiswa baru tentunya menginginkan melanjutkan Pendidikan pada perguruan tinggi atau program studi yang memiliki akreditasi. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berakreditasi A akan menarik minat para calon mahasiswa baru untuk memilih perguruan tinggi atau program studi tersebut, hal tersebut menjadi faktor penting bagi perguruan tinggi karena semakin banyak peminat maka semakin terlihat pula mutu dan perkembangan kampus tersebut.

  • Memudahkan Lulusan dalam Dunia Pekerjaan

Beberapa instansi mensyaratkan para pelamar harus berasal dari perguruan tinggi berakreditasi minimal B, adanya Batasan minimal akreditasi ini sedikit banyak dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar, para dosen hendaknya membantu menjaga dan meningkatkan akredutasi perguruan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan berkualitas.


Referensi :
https://dashboard.itb.ac.id/


Penulis:

Vinka Aprilla Patricia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *