Eksistensi Lulusan ITB dalam Dunia Pekerjaan Berdasarkan Survei Tracer Study ITB

Tracer study ITB merupakan survei yang dilakukan ITB mengenai informasi lulusan /alumni yang digunakan sebagai sarana evaluasi dan acuan untuk menilai mutu pendidikan dari perguruan tinggi ITB. Hasil dari informasi ini juga dapat digunakan untuk membuat keputusan terkait desain studi dan solusi praktis  pada system yang diberlakukan ITB. ITB mulai melakukan Tracer Study sejak tahun 2010 dengan responden angkatan tahun 2003, hasil Tracer Study tersebut dapat diakses melalui website resmi tracer ITB  https://tracer.itb.ac.id


Dalam pelaksanaannya Tracer Study memperoleh masukan berupa data karakteristik mahasiswa yang mencakup pengalaman, latar belakang pendidikan, jenis kelamin, motif dan bakat yang dimiliki serta karakteristik lain yang mempengaruhi proses pembelajaran mahasiswa tersebut. Berkaitan dengan dunia pekerjaan, tracer study juga mampu melacak proses transisi mahasiswa semenjak lulus hingga awal karirnya dalam rentang 1-3 tahun pertama.


            Tujuan ITB melakukan Trcaer Study ialah untuk :

Tujuan Tracer Study ITB


Tahapan pelaksanaan Tracer Study ITB terbagi menjadi 4 (empat bagian) yaitu tahap persiapan dan perencanaan (penyusunan rencana kerja, penyusunan kuesioner, pengajuan database alumni pada Dirdik ITB), pengumpulan data alumni (update database alumni, email blast, kontak via telepon, update status pengisian kuesioner), penutupan kuesioner dan analisis data alumni (penutupan kuesioner, pengolahan data dan analisis), penulisan laporan (penulisan buku laporan, sosialisasi hasil Tracer Study ITB dan pembagian buku laporan).


Pada pelaksanaan Tracer Study tahun 2018 berisi mengenai profil alumni ITB angkatan 2011. Pemilihan responden dilihat dari jangka waktu lulus (4 tahun) serta masa awal karir 1-3 tahun setelah kelulusan. Dari 3089 alumni ITB angkatan tahun 2011 yang diperoleh dari Divisi Riset ITB Career Center terdapat 2824 orang yang mengisi kuesioner dengan jumlah pengisi responden terbanyak ialah dari Program Studi Teknik Sipil (159 responden) dan Program Studi dengan responden paling sedikit ialah Astronomi (26 responden).


IP (indeks prestasi) merupakan gambaran hasil pencapaian akademik yang diraih seorang mahasiswa. Dalam Tracer Study ITB tahun 2018 terlihat bahwa angkatan 2011 memiliki nilai IP rata-rata sebesar 3,31 dengan standar deviasi 0,28. Nilai IP tertinggi ialah 4 dan IP terkecil sebesar 2,35. Program studi yang memiliki rata-rata nilai IP tertinggi ialah prodi Desain Komunikasi Visual (3,63) dan program studi dengan nilai rata-raat IP terkecil ialah Oseanografi (3,08).


Dari hasil pengisian kuesioner oleh responden diperoleh data lama masa studi alumni ITB angkatan 2011 ialah : 1563 alumni menyelesaikan masa studi dalam waktu 4 tahun dengan rata-rata lama studi paling cepat adalah prodi Manajemen (3,2 tahun) dan prodi dengan rata-rata lama studi paling lama ialah 4,86 tahun. Sebanyak 779 alumni ITB angkatan 2011 tidak menyelesaikan masa studi dalam kurun waktu 4 tahun, prodi yang memiliki paling banyak jumlah alumni yang terlamabat menyelesaikan masa studi ialah Prodi Teknik Mesin (61 alumni). Ketidaktepatan penyelesaian masa studi ini terjadi karena beberapa faktor, mulai dari masalah kesehatan, kendala pengerjaan tugas akhir, masalah akademik, aktivitas kemahasiswaan, bekerja/magang diluar kampus, kendala mata kuliah dan IP, mengikuti program Exchange serta masalah ekonomi.


Dalam penelitian dengan Tracer Study diperoleh pula sebaran pekerjaan utama dari alumni ITB angkatan 2011.  Pekerjaan utama tersebut dapat dibagi menjadi 5 kategori, yaitu : bekerja(65%), bekerja dan wiraswasta (8%), tidak bekerja (7%), melanjutkan studi (14%), dan wirausaha (6%). Tracer Study juga telah memetakan wilayah tempat bekerja para alumni di Indoensia  seperti pada gambar di bawah ini.

Sebaran Alumni ITB Angkatan 2011

Dalam mencari pekerjaan tersebut para alumni rata-rata memulai setelah satu bulan dari kelulusan dengan memanfaatkan informasi pekerjaan melalui lingkungan internal seperti ITB Career Center, program studi, dosen, teman, maupun dari lingkungan eksternal seperti relasi, pameran/bursa kerja yang diadakan selain oleh ITB. Namun, pada alumni angkatan 2011 paling banyak memeroleh pekerjaan melalui ITB Career Center, sebanyak 1524 (67%) alumni mendapatkan pekerjaan melalui ITB Career Center.


Berdasarkan data yang diperoleh, alumni ITB angkatan 2011 bekerja sesuai dengan keilmuan yang mereka ambil (65%). Sedangkan, untuk kategori alumni yang berwiraswasta terbagi menjadi 21 jenis usaha dengan presentase terbesar di bidang industri pengolahan (14,2%) dan bidang usaha paling rendah yaitu bidang aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja yang menghasilkan barang dan jasa (0,1%).


            Informasi terkait penghasilan serta bonus pastinya merupakan hal menarik yang ingin diketahui banyak pihak. Gaji atau penghasilan merupakan pertimbangan besar dalam memilih pekerjaan, semakin besar gaji yang dapat diperoleh maka semakin besar pula minat mahasiswa untuk mendaftar pekerjaan tersebut. Berdasarkan survey Tracer Study ITB rata-rata penghasilan alumni ITB angkatan 2011 sebesar Rp. 8.254.233 dengan median Rp. 6.900.000 dan belum termasuk bonus yang didapatkan. Berikut data penghasilan bagi alumni yang bekerja dan bekerja sambil berwiraswasta.

Diagram pendapatan alumni ITB (bekerja)

Diagram pendapatan alumni ITB (bekerja dan wiraswata)

Kesimpulan yang diperoleh dari Tracer Studi ITB 2018 ialah penitikberatan responden terhadap alumni ITB angkatan 2011 dengan jumlah responden 2824 orang alumni (92%) yang terdiri atas 1636 orang pria (53%) dan 1188 orang wanita (42%). Alumni ITB angkatan 2011 memiliki rata-rata IP 3,3,1 dan berstatus bekerja sebanyak 1835 orang (65%), 402 orang melanjutkan studi (14%), 216 orang bekerja dan wiraswasta (8%), 191 orang tidak bekerja (7%) dan 160 orang berwirausaha (6%).

Kesimpulan

Referensi :

https://tracer.itb.ac.id

Ditulis Oleh



Vinka Aprilla Patricia

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *